Random Post

Latest Games
Tampilkan postingan dengan label ASKEP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASKEP. Tampilkan semua postingan

LAPORAN PENDAHULUAN WAHAM

A.    Konsep Dasar
  1. Pengertian
Waham   
Waham adalah suatu sistem kepercayaan yang tidak dapat divalidasi atau dipertemukan dengan informasi yang  nyata atau realitas. (Judith Haber, M.S.Schudy, B.F Siddan, Comprehensive psychiatric nursing, 1982 )

Waham atau delusi adalah suatu keyakinan atau pikiran dan dipertahan betul oleh individu meskipun tidak berdasarkan logika sehat dan meskipun terbukti kebalikannya yang benar, dan juga meskipun terbukti mengganggu kehidupannya dalam menyesuaikan dengan lingkungannya (Dr.Nusyirwan yusuf,DSJ,1997)

  1. Rentang respon
Rentang perilaku klien dapat diidentifikasi sepanjang rentang respon sehingga perawat dapat menilai apakah repson klien adaptif atau maladaptif

Perilaku yang berhubungan  dengan respon biologis maladaptif :
§  Delusi
-          waham meruypakan pikiran ( pandangan yang tidak rasional )
-          berwujud sipat kemegahan diri
-          pandangan yang tidak berdasarkan kenyataan
-          gangguan berpikir, daya ingat, disorientasi, afek labil
§  Halusinasi
-          pengalaman indera tanpa perangsang pada alat indera yang bersangkutan
-          perasaan ada sesuatu tanpa adanya reangsangan sensorik, misalnya penglihatan, rasa, bau, atau sensorium yang sepenuhnya merupakan imajinasi
-          mengalami dunia seperti dalam mimpi
§  Kerusakan proses emosi
-          luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat
-          keadaan reaksi psikologis dan fisiologis seperti kegembiraan
-          marah, amuk, depresi, tidak berespon
§  Perilaku yang tidak terorganisir
-          tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan / lingkungan yang tidak teratur
-          kehilangan kendali terhadap impuls
§  Isolasi sosial
-          menarik diri secara sosial
-          menyendiri / mengasingkan diri dari kelompok
-           
  1. Etiologi
Menurut doengoes,M.E ( tahun 1987, hal 205 ) mengemukakan bahwa etiologi waham dapat dijelaskan melalui 3 teori, yaitu ;
a.       Teori psikodinamika
Perkembangan emosi lambat kurangnya perhatian Ibu yang menyebabkan kehilangan perlindungan dan gagal membuktikan rasa percaya dengan orang lain, sehingga individu selalu hati-hati dalam mengucapkan gangguan harga diri, kehilangan kontrol, takut / cemas, sikap curiga terhadap orang lain dan sikap umum yang digunakan yatu proyeksi
b.      Teori dinamika keluarga
Beberapa teori percaya bahwa orang yang paranoid mempunyai orang tua yang berkarakter keras, banyak permintaan dan yang ingin segalanya sempurna, sering marah, mengutamakan kepertingan pribadi, mencurigai individu, sehingga pengalaman yang didapat dari dulunya akan mempengaruhi kepribadian seseorang
c.       Teori biologi
Muncuk karena adanya berapa kekuatan atau pengaruh dari beberapa  penyakit individu yang keluarganya mempunyai gejala penyakit yang sama, contohnya : pad anak kemabar,  jika salah satu terkena skizofrenia, maka 58 % kemungkinan akan terkena pada anak yang satunya.

  1. Psikopatologi waham
Proses terjadinya waham dapat diuraikan sebagai berikut ;
a.       seseorang merasa terancam oleh orang lain atau oleh dirinya sendiri, mempunyai pengalaman kecemasan dan timbul perasaan  bahwa sesuatu yang tidak menyenangkan akan  terjadi
b.      Seseorang kemudian berusaha terhadap persepsi diri dan obyek realita melalui manifestasi, lisan terhadap suatu kejadian ayau suatu keadaan.
c.       Dilanjutkan dengan memperoykesikan pikiran dan perasaaan lingkungannya, sehingga pikiran, perasaan, dan keinginan yang negatif, dan tidak dapat diterima akan terlihat datangnya dari dirinya
d.      Akhirnya orang tersebut berusahan untuk memberikan alasan atau rasional tentang interpretasi personal ( diri sendiri ) terhadap realita kepada diri sendiri dan orang lain

  1. Tipe-tipe waham
Ada beberapa tipe waham yang ditemukan pada kasus, yaitu kasus kebesaran, agama adanya curiga. Menurut  W.F.Maramis
a.       Waham kejadian
Mempunyai psaien yaitu bahwa ada orang lain atau komplotan yang sedang mengganggu bahkan sedang ditipu, dimata-matai atau kejelekannya sedang diancam oleh orang lain
b.      Waham kebesaran
Yaitu bahwa ia punya kekuatan, pendidikan, kepandaian atau kekerasan yang luas biasa, diantaranya bahwa dia ratu adil, dapat membaca pikiran orang lain, mempunyai puluhan rumah atau mobil
c.       Waham keagamaan
Waham dengan tema keagamaan, misalnya : dia mengaku sebagai dari sejuta umat
d.      Waham somatik
Klien yaitu tubuh atau bagian tubuhnya terganggu atau terserang penyakit, diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan
e.       Waham curiga
Klien yakin bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan atau mencederai diri sendiri, diucapkan berulang kali tapi tidak sesuai dengan kenyataan.
f.       Waham nihilistik
Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada lagi didunia / meninggal, diucapkan berulang kali teetapi tidak sesuai dengan kenyataan.

B.     Asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan proses pikir : waham
  1. Faktor predisposisi
a.       Klien
1)      Beberapa gangguan mental dan fisik : waham, paranopid, skizofrenia, , keracunan zat tertentu  pada otak dan gangguan pada pendenagran
2)      Faktor sosial budaya : proses tumbuh kembang yang tidak tuntas,  misalnya rasa saling percaya yang tiadak terbina, kegagalan dalam mengungkapkan perasaan dan pikiran, proses kehilangan yang berkepanjangan
b.      Lingkungan yang tidak terapeutik
Sering diancam, tidak dihargai atas jerih payah, kehilangan pekerjaan, support sistem yang kurang, tidak mempunyai teman dekat, atau tidak mempunyai orang dipercaya
c.       Interaksi
1)      Provokasi : sikap orang lain yang terlalu menguasai, curiga, kaku, tidak toleran terhadap klien
2)      Anatisipasi : perhatian, penampilan, persepsi dan isi mpikir
3)      Konflik : fantasi yang tidak terselesaikan, sudah dapat memfokuskan pikiran dan sudah dapat mengorganisasikan pikiran terhadap suatu permasalahan.

  1. Faktor presipitasi
a.       Internal
Merasa gagal, kehilangan sesuatu yang sangat bermakna secara berulang, ketakutan karena adanya penyakit fisik
b.      Eksternal
Adanya serangan fisik, kehilangan hubungan yang penting dengan orang lain , adanya keritikan dari orang lain

C.    Perilaku
  1. Fisik
Intoksikasi alkohol, kekurangan gizi, hygiene personal buruk, kurang tidur, gangguan pendengaran
  1. Emosi
Ketakutan m enjadi bnerlebihan, isolasi , pikiran yang dituntut, rasa curiga yang ekstrim ; bermusuhan atau marah, perasaan rendah diri / tidak berdaya, rasa malu, rasa selalu ada perasaan mendatar, tumpul dan tidak sesuai dengan keadaan
  1. Inteleketual
Persepsi yang terpecah : paranoid, sombong, gangguan seksual, waham agama, ketidakmampuan dalam mengambil keputusan dan pandangan denial, proyeksi, regresi, dan disosiasi, ketidakmampuan berpikir secara abstrak yang dikuasai oleh waham, berpikir bunuh diri, dikuasai seksual atau rencana untuk membunuh, waham yang menetap.
  1. Sosial
Kegagalan dalam mengungkapkan pikran, kecamasan yang meningkat, harga diri rendah, persepsi diri yang tidak realistis, menarik diri dan isolasi, gangguan melakukan peranan sosial, kelas ekonomi yang rendah, cepat menyalahkan orang lain, kecemasan, percaya dirinnya sebagai tuhan, atau orang lain yang berkuasa
  1. Spiritual
Keagamaan yang berlebihan, percaya bahawa dirinya sebagai tuhan, sebagai istri nabi, atau orang lain yang berkuasa, kurangnya kemampuan untuk menikmati kesenangan dalam hidup. Koping yang digunakan klien dapat bersipat sistematis, yaitu : koping klien tehadap waham spiritual : keagamaan sesuai dengan isi wahamnya. Koping yang tidak sistematis terjadi dimana kien tidak memerlukan kegiatan keagamaan

D.    Mekanisme koping
  1. Proyeksi, mempunyai 2 tujuan, yaitu ;
a.       menyalahkan orang lain atas kesalahan kekurangan-kekurangan dan kekeliruan dari orang lain
b.      menyalahkan diri sendir atas impuls-impuls, keinginan-keinginan  dir sendiri  yang sudah dapat diterima oleh orang lain
c.       regresi, ilah kembali tingkata perkembangan yang terdahulu dengan menggunakan cara-cara yang kurang matang dan bertingkah laku primitif dan kekanak-kanakan
d.      repersi, ilah dengan sudah sadar mencegah jangan jangan sampai keinginan-keinginan atau kematian yang mengakinbatkan hati atau yang berbahaya atau msuk kedalam alam yang sedasi
e.       denial ,ialah menolak untuk menerima menghadapai kenyataan yang tidak enak, baginya dengan mengemukakan berbagai alasan

  1. Diagnosa keperawatan
Dalam menentukan diagnosa keperawatan, pada klien dengan gangguan mental psikiatri harus memperhatikan gejala-gejala yang dapat dalam pengkajian kepada klien dari berapa pengkajian yang biasa muncul dari beberapa diagnosa yang lazim muncul pada klien dengan gangguan proses pikir : waham, diantaranya ;
a.       kerusakan komunikasi b.d waham kebesaran
b.      perubahan proses pikir : waham kebesaran b.d harga diri rendah
c.       gangguan konsep diri : harga diri rendah b.d respon pasca trauma
d.      defisit  perawatan diri b.d penurunan minat
e.       kerusakan interaksi sosial : menarik diri b.d waham kebesaran
f.       penatalaksanaan regimen inefektif b.d koping keluaraga tidak efektif


  1. Rencana keprawatan
Setelah mereumuskan diagnosa keperawatan, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan perencanaan tindakan keperawatan, ada beberapa tahapan dalam pembuuatan rencana tindakan keperawatan, yaitu ;
a.       menentukan prioritas keperawatan
b.      menetapkan sasarand an tujuan
c.       menetapkanm kriteri adan evaluasi
d.      menetapkan intervensi dan evaluasi

·         Diagnosa I : kerusakan komunikasi verbal b.d waham
Tujuan umum : klien dapat melakukan komunikasi verbal
Tujuan khusus :
1.      Klien dapat hubungan saling percaya
2.      klien dapat memnhgidentifikasi kemampuan yang dimiliki
3.      klien dapat mengidentifiksai kebutuhan yang tidak terpenuhi
4.      klien dapat berhubungan dengan realita
5.      klienn dapat berhubungan dengan keluarga
6.      klien dapat menggunakan obat dengan benar
·         Diagnosa II : perubahan proses pikir ; waham b.d harga diri rendah
Tujuan Umum : proses pikir sesuai dengan realita
Tujaun khusus :
1.      klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan asfek positif yang dimiliki
2.      klien dapat memiliki kemampuan yang dapat digunakan
3.      klien dapat menetapkan kegaitan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
4.      klien dapat melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi sakit dan kemampuannya
5.      klien dapat menggunakan sistem pendukung yang ada

  1. Evaluasi
Untuk mengevaluasi intervensi keperawatan pada pasien dengan respon neurologi yang mal adaptif, perlu mengajukan pertanyaan sebagai berikut ;
1.      Apakan klien mau menguraikan perilaku yang menunjukan bahwa ia akan kabur
2.      Apakah klien mampu mengidentifikasi dan menguraikan pengobatan yang diberikan, alasan minum obat, frekuensi, dan efek yang paling sering mungkin terjadi
3.      Apakah klkien berperan serta dalam berhubungan dengan orang lain yang dapat membuatnya merasa senang
4.      Apakah keluauga klien menyadari karakteristik dan mampu berperan serta dalam hubungan yang mendukung klien
5.      Apakah klien dan keluarga dapat dikaitkan tentang sumber yang tersedia dikomunitas, seperti adanya program rehabilitasi, memberi pelayanan kesehatan jiwa, program peran serta apakah mereka menggunakan sumber tersebut.

LAPORAN PENDAHULUAN Gangguan konsep diri : Harga diri rendah

1. Kasus (Masalah utama)
Gangguan konsep diri : Harga diri rendah
2. Proses terjadinya masalah
Pengertian
HDR adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri, termasuk kehilangan rasa percaya diri, tidak berharga, tidak berguna, tidak berdaya, pesimis tidak ada harapan dan putus asa.
Etiologi
- Perkembangan ego terbelakang
- Model-model peran berkurang
- Kekurangan umpan balik positif
- Umpan balik berulang berakibat pada berkurangnya nilai diri
- Hubungan orang tua anak tidak memuaskan
- Lingkungan yang tidak terorganisasi dan semerawut
- Penganiayaan dan pengobatan anak
- Disfungsi sistem keluarga
Karakteristik perilaku
- Perasaan negatif terhadap diri sendiri
- Mengatakan diri tidak berharga, tidak berguna dan tidak mampu
- Mengatakan hal-hal yang negatif terhadap keadaan tubuhnya
- Mengeluh tidak mampu melakukan peran dan fungsi sebagaimana mestinya
- Menarik diri dari kehidupan sosial
- Kritis terhadap diri sendiri atau orang lain
- Destruktif terhadap orang lain dan diri sendiriharga diri
- Pembicaraan kacau
- Mempersiapkan adanya ketegangan peran
- Mudah tersinggung
- Produktifitas menurun
- Pandang hidup yang ekstrim
- Penolakan terhadap diri sendiri
- Menarik diri dari realitas
- Mengatakan pesimis dalam menghadapi kehidupan
- Merasa diri tidak adequat
- Keluhan fisik
- Penyalahgunaan zat

3.a. Pohon masalah
clip_image001 Resiko tinggi perubahan sensori persepsi : halusinasi
Isolasi sosial : menarik diri
Gangguan konsep diri : harga diri rendah
b. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji
1. Isolasi sosial : menarik diri
Ds :
- Klien mengatakan lebih baik sendiri
Do :
- Klien terlihat lebih sering menyendirii
- Klien terlihat melamun
2. Harga diri rendah
Ds :
- Klien mengatakan gagal dalam mencapai cita-citanya
- Klien mengatakan malu karena tubuhnya gemuk
Do :
- Klien selalu gagal dalam mencapi cita-citanya
- Klien mersa citra tubuh kurang ideal
3. Berduka disfungsional
Ds :
- Klien mengatakan sedih karena bercerai dengan suaminya
Do :
- Klien terlihat sedih
- Klien terlihat melamun
4. Diagnosa keperawatan
1. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
2. Harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional
5. Rencana tindakan
Isolasi sosial berhubungan dengan HDR
TUK 1 : Bina hubungan saling percaya
Tindakan keperawatan
- Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
- Perkenalkan diri dengan sopan
- Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
- Jelaskan tujuan pertemuan
- Jujur dan menepati janji
- Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya
- Beri perhatian kepeda klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien
TUK 2 : Mengidentifikasikan kemampuan dan aspek positif yang dimilikinya
Tindakan keperawatan
- Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien
- Setiap bertemu klien dihindarkan dari memberi penilain negatif
- Utamakan memberi pujian yang realistik
TUK 3 : Menilai kemampuan yang digunakannya
Tindakan keperawatan
- Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit
- Diskusikan kemampuan yang dilanjutkan penggunaannya
TUK 4 : Merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya
Tindakan keperawatan
- Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan
§ kegiatan mandiri
§ kegiatan dengan bantuan sebagian
§ kegiatan yang membutuhkan bantuan total
- Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
- Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan
TUK 5 : Melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya
Tindakan keperawatan
- Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan
- Beri pujian atas keberhasilan klien
- Diskusikan kemungkinan pelaksanaan dirumah
TUK 6 : Memanfaatkan sistem pendukung yang ada
Tindakan keperawatan
- Beri penkes kepada keluarga tentang cara merawat klien dengan HDR
- Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat
- Bantu keluarga menyiapkan lingkungan dirumah

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. PROSES KEPERAWATAN

1. Kondisi klien :
Klien tampak gelisah, klien mengatakan gagal dalam mencapai cita- citanya, klien terlihat menyendiri, klien terlihat sedih, kontak mata kurang
2. Diagnosa keperawatan :
Isolasi sosial berhubungan dengan HDR
3. Tujuan khusus :
Bina hubungan saling percaya
4. Tindakan keperawatan :
- Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
- Perkenalkan diri dengan sopan
- Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukainya
- Jelaskan tujuan pertemuan
- Jujur dan menepati janji
- Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya
- Beri perhatian pada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien

B. STRATEGI KOMUNIKASI

Orientasi
1. Salam terapeutik
“ selamat pagi bapak? perkenalkan nama saya Evitasari, bapak cukup panggil saya suster Evi, nama bapak siapa dan lebih suka dipanggil siapa?”
2. Evaluasi/ validasi
“ apa yang bapak rasakan saat ini”
3. Kontrak :
Topik : “bapak hari ini kita akan ngobrol-ngobrol bagaimana perasaan bapak selama berada disini?”
Waktu : hari ini kita akan ngobrol-ngobrol habis olahraga saja yah bapak?
Tempat : bagaimana kalau kita ngobrol-ngobrol di teras depan saja yah bapak,
apakah bapak bersedia?
Kerja : “bapak saya disini praktek selama 2 minggu dari tanggal 24 September
Sampai 3 Oktober”
“bagaimana bapak apakah bapak mau ngobrol-ngobrol dengan suster”
“ibu saya disini untuk membantu ibu”
“kalau ibu punya masalah yang ingin ibu ceritakan, ceritakan saja kepada saya”
“ibu sangat bagus sudah mau bercerita dengan suster”
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi pasien subjektif
“bagaimana perasaan ibu sekarang setelah ngobrol-ngobrol dengan suster”
evaluasi perawat (objectif setelah reinforcement)
“klien mau berjabat tangan, kontak mata kurang”
2. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan)
“Ibu besok, ibu pikir-pikirkan tentang kelebihan yang ibu miliki?”
3. Kontrak yang akan datang :
Topik : “ ibu besok kita akan ngobrol-ngobrol lagi yah tentang apa kelebihan yang ada pada ibu”
Waktu : “ bagaimana kalau 10 menit saja apakah ibu bersedia?”
Tempat : tempatnya dimana bu, di teras depan yah lebih enakkan.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien : klien tampak tenang, klien malu karena tubuhnya gemuk, kontak mata baik, klien mengatakan suaminya tidak mau mengurusin anaknya, klien mangatakan suka dengan rambutnya.
2. Diagnosa keperawatan : isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
3. Tujuan keperawatan : mengidentifikasikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
4. Tindakan keperawatan :
Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien, setiap bertemu klien dihindarkan dari memberi penilaian negatif, utamakan memberi pujian yang realistik
B. STRATEGI KOMUNIKASI
Orientasi
1. Salam terapeutik : “ Selamat pagi bu S ? “ Kemarin kita sudah janji mau ngobrol-ngobrol lagi?
2. Evaluasi / Validasi
“ Bagaimana keadaan ibu setelah mandi ?” Masih ingat tidak nama suster siti
3. Kontrak : Topik : Hari ini, kita akan ngobrol-ngobrol tentang kelebihan yang ibu miliki.
Waktu : Kita akan ngobrol-ngobrol selama 10 menit saja.
Tempat : Disini ya bu ! Diteras depan.
Kerja : (langkah-langkah tindakan keperawatan)
1. Apa yang ibu ketahui tentang kelebihan yang ada pada diri ibu S ?
2. Selain itu apalagi bu…. Terus apalagi..? Berarti ibu banyak tau tentang kelebihan ibu.
3. Ibu S senang tidak dengan kelebihan yang ada pada diri ibu ?
4. Ibu. S hobinya apa ? coba ibu sebutkan ?
5. Sejak kapan ibu. S suka dengan hobi ibu ?, selain yang ibu sebutkan ada lagi tidak hobi ibu ?
6. Ib. S banyak juga ya kelebihannya, jadi ibu harus bangga dengan kelebihan ibu.
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi klien subyektif : Bagaimana perasaan ibu.S setelah berbicara dengan suster.
Evaluasi perawat ( Obyektif setelah reinforcement) : Coba ibu S ulangi kembali tentang kelebihan yang ibu miliki.
2. Tindak lanjut klien ( apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan ) : Nah, nanti coba ibu ingat-ingat kembali kelebihan yang ibu miliki, besok kita akan ngobrol- ngobrol tentang kegiatan yang ibu lakukan selama disini?
3. Kontrak yang akan datang :
Topik : “besok kita akan ngobrol-ngobrol lagi ya bu S, tentang kegiatan yang ibu lakukan selama ibu berada disini’
Waktu : “kita ketemu besok jam 09.00 WIB ya bu S“
Tempat : “kita ngobrol-ngobrolnya di tempat tidur ya bu S”

STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN

A. PROSE KEPERAWATAN
1. Kondisi klien : klien tampak tenang, kontak mata baik, klien tampak menyendiri, klien tampak lesu
2. Diagnosa keperawatan ; isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
3. Tujuan khusus : menilai kemampuan yang digunakan klien
4. Tindakan keperawatan : Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit, diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguaannya
B. STRATEGI KOMUNIKASI
Orientasi
1. Salam terapeutik : “ pagi bu ? kemarinkan kita sudah janji mau ngobrol-ngobrol, bagaimana apa ibu bersedia?”
2. Evaluasi / validasi ; “kemarinkan kita ngobrol-ngobrol tentang kelebihan yang ibu miliki, ibu masih ingat tidak?”
3. Kontrak :
Topik : “Kita akan ngobrol-ngobrol tentang kegiatan yang ibu lakukan selama berada disini”
Waktu : “ bagaimana kalu kita ngobrol-ngobrol selama 10 menit “
Tempat : ‘mau dimana bu ? di teras saja ya !
Kerja : (langkah-langkah tindakan keperawatan)
1. Apa saja kebiasaan ibu dirumah?
2. Sering tidak kebiasaan ibu itu dilakukan disini? apa saja
3. Selain makan dan tidur, ibu sering membantu pekerjaan yang ada disini tidak.
4. Tapi saya sering lihat ibu kerja contohnya ibu dan teman ibu suka mengambil makan buat teman-teman yang lain
5. Dan ibu juga suka memanggil teman-teman ibu buat makan itu sangat bagus bu
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan
Evaluasi pasien subyektif : “sekarang ibu bagaimana perasaanya setelah ngobrol-ngobrol dengan suster
Evaluasi perawat (Obyektif setelah reinforcement) : “klien mau bercerita tentang kebiasaanya dirumah dan kebiasanya yang ada di Rumah sakit
2. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan) : “ besok ibu pikir-pikirkan apa yang setiap hari yang ibu lakukan semenjak ibu berada disini”
3. Kontrak yang akan datang :
Topik : “besok kita akan ngobrol-ngobrol tentang kegiatan yang ibu lakukan disini”
Wakltu : “ kita mau ngobrol jam berapa bu jam 09.00 saja ya
Tempat : mau dimana bu, di teras depan ya.

STARTEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien : klien tampak kooperatif, klien tampak tenang, kontak mata baik, klien tampak sedih
2. Diagnosa keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
3. Tujuan khusus : klien dapat (menetapkan) merencanakan kegitan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
4. Tindakan keperawatan : rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan : kegiatan mandiri, kegiatan dengan bantuan sebagian, kegiatan yang membutuhkan bantuan total. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien, beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan.
B. STRATEGI KOMUNIKASI
Orientasi
1. Salam terapeutik : pagi bu R ? Lagi ngapain / sudah mandi belum?
2. Evaluasi/validasi : bagaimana perasaannya pagi ini ? Apa ibu sudah pikirkan rencana ibu pada hari ini
3. Kontrak :
Topik : “ibu pagi ini kita akan membicarakan rencana kegiatan ibu pada hari ini”
Waktu : “ibu mau ngobrol berapa menit ? Bagaimana kalau 10 menit
Tempat : ngobrolnya mau dimana ? Disini saja ya bu, kayaknya lebih asyikkan
Kerja : (langkah-langkah tindakan keperawatan)
1. Bisa tidak ibu ceritakn dari ibu bangun tidur sampai ibu mau tidur
2. Apa yang ibu lakukan saat ada waktu luang
3. Kegiatan apa saja yang memerlukan bantuan suster ? Apa saja bu
4. Kalau kegiatan yang bisa ibu lakukan sendiri coba ibu sebutkan apa saja ?
5. Bagus sekali bu, ibu rajin ya, ibu juga bisa melakukan kegiatan yang lain seperti menyapu, mengepel, menyiram bunga, membersihkan tempat tidur dan masih banyak lagi.
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi pasien subyektif : apa yang ibu rasakan setelah ngobrol-ngobrol dengan suster
Evaluasi perawat (obyektif setelah reinforcement) : klien terlihat kooperatif, klien mampu menjawab pertanyaan perawat
2. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan) : ibu besok, ibu ingat-ingat kembali apa kegiatan ibu sehari-hari
3. Kontrak yang akan datang :
Topik : besok kita akan ngobrol-ngobrol lagi ya, tentang rencana kegiatan yang telah ibu buat
Waktu : kita ketemu lagi jam 09.00 apa ibu mau ?
Tempat : tempatnya disini saja ya bu

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien : klien tampak tenang, kontak mata baik, klien tampak kooperatif, klien tampak senang
2. Diagnosa keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
3. Tujuan keperawatan : klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya
4. Tindakan keperawatan : beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan, beri pujian atas keberhasilan klien, diskusikan kemungkinan pelaksanaan dirumah
B. STRATEGI KEPERAWATAN
Orientasi
1. Salam teraupetik : selamat pagi bu R ? Sesuai dengan janji kita kemarin kita akan ngobrol-ngobrol lagi ya
2. Evaluasi / validasi : bagaimana keadaan ibu pada pagi ini ? Ibu masih ingat tidak kemarin kita ngobrol-ngobrol tentang apa ?
3. Kontrak :
Topik : pagi ini kita akan ngobrol-ngobrol tentang rencana kegiatan yang telah ibu buat kemarin
Waktu : kita akan ngobrol-ngobrol selama 10 menit apa ibu mau ?
Tempat : ngobrol-ngobrolnya enakkan disini ya bu.
Kerja : (langkah-langkah tindakan keperawatan)
1. Kemarin ibu sudah buat jadwal kegiatan ibu
2. Gimana bu, tadi pagi apa ibu telah melakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ibu buat
3. Bagus bu, ibu telah melakukan kegiatan sesuai dengan rencana ibu
4. Buat besok ibu juga harus sesuaikan dengan jadwal yang telah ibu tulis
5. Jadwal kegiatan ini bisa ibu buat kalau ibu berada di rumah, agar waktu luang ibu bisa berisi dengan hal-hal yang positif seperti ikut arisan, pengajian, kumpul dengan anak-anak dan masih banyak kegiatan yang lain
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi pasien subyektif : setelah ngobrol-ngobrol dengan suster bagaimana perasaan ibu sekarang
Evaluasi perawat (obyektif setelah reinforcement) : bisa tidak Ibu ulangi lagi kegiatan yang telah ibu lakukan tadi pagi
2. Tindak lanjut klien ( apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan) : nanti bila ibu tidak bertemu suster coba ibu terapkan apa yang sudah ditulis dijadwal kegiatan.
3. Kontrak yang akan datang :
Topik : ibu besok kita akan ngobrol-ngobrol tentang kegiatan yang telah ibu buat, besok kita evaluasi ya bu
Waktu : besok kita akan ngobrol-ngobrol jam 09.00 ya bu
Tempat : besok kita ketemu disini lagi ya bu.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERTAWATAN

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien : klien tampak tenang, interaksi positif, klien tampak senang
2. Diagnosa keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah
3. Tujuan khusus : memanfaatkan sistem pendukung yang ada
4. Tindakan keperawatan : beri penkes kepada keluarga cara merawat klien HDR, bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat, bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.
B. STRATEGI KOMUNIKASI
Oreintasi
1. Salam terapeutik : selamat siang mas perkenalkan nama saya Rika dari AKPER PERTAMINA, saya bertugas disini mulai tanggal 24 september sampai 4 Oktober
2. Evaluasi / validasi : bagaimana apa mas sudah siap menjemput ibu, dan apa mas sudah tau cara merawat ibu di rumah
3. Kontrak :
Topik : kita akan ngobrol-ngobrol tentang cara merawat ibu di rumah
Waktu : bagaimana kalau 10 menit apa mas mau?
Tempat : kita akan ngobrol-ngobrol di teras depan saja ya mas
Kerja : (langkah-langkah tindak lanjut)
1. Hari ini kan mas mau menjemput ibu
2. Apa mas sudah tau cara merawat ibu di rumah
3. Iya mas benar, jadi jika ibu berada di rumah dan sering menyendiri, melamun, mas harus memberikan dukungan untuk ibu
4. Mas juga harus selalu memuji ibu apa bila ibu melakukan sesuatu kegiatan yang bersifat positif
5. Jangan lupa ibu selalu diingatkan untuk meminum obat 3x sehari
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi pasien subyektif : bagaimana apa mas mengerti
Evaluasi perawat (obyektif setelah reinforcement) : coba mas ulangi lagi apa yang akan mas lakukan dengan ibu apabila ibu melakukan kegiatan yang bersifat positif
2. Tindak lanjut (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan : ya sudah kalau begitu mas di rumah harus merawat ibu dengan baik ya, jangan lupa ingatkan ibu untuk minum obatnya
3. Kontrak yang akan datang :
Topik : jika ibu di rumah punya masalah lagi, mas datang ke poli RS ini dan konsultasi dengan dokter tentang keadaan ibu
Waktu : konsultasinya sesuai dengan jadwal yang telah diberikan ya mas
Tempat : konsulnya di RS ini ya
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Fakhrinet Production - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger